Thursday, April 24, 2014

Kenali & Cegah Infertilitas Sejak Dini

Di tengah kehidupan masyarakat modern ini, banyak
pasangan suami istri yang belum dikaruniai anak walau sudah menikah selama bertahun-tahun. Mereka ini termasuk dalam kategori pasangan yang mengalami gangguan kesuburan atau infertilitas. Suami istri disebut sebagai pasangan tidak subur (infertil) bilamana sang istri belum pernah
hamil sementara mereka sudah menikah selama satu tahun, dimana dalam masa tersebut pasangan suami istri ini secara teratur melakukan hubungan intim sebanyak 2-3 kali seminggu tanpa menggunakan alat kontrasepsi atau metode pencegah kehamilan.

Masalah Berdua, Atasi Bersama

Infertilitas terbagi dalam dua jenis, infertilitas primer (pasangan suami istri sama sekali belum pernah memiliki anak) dan infertilitas sekunder (istri sudah pernah melahirkan namun sulit untuk hamil kembali). Dalam masalah ini, biasanya kaum perempuan lebih sering disalahkan, seolah-olah istrilah yang menjadi satu-satunya penyebab mengapa pasutri tersebut belum dikaruniai keturunan. Anggapan ini sungguh kurang bijak, karena ketidaksuburan bisa pula terjadi pada laki-laki. Maka, bila masalah ketidaksuburan ini mendera rumah tangga jangan buru-buru menuding, tetapi hadapi secara bersama-sama.

Penyebab Sulit Hamil

Berdasarkan pandangan medis, ada beberapa faktor yang menyebabkan pasangan suami istri sulit memiliki keturunan, antara lain:
1. Gangguan kesuburan pada pria yang terjadi karena jumlah maupun mutu sperma tidak normal dan hormon yang tidak normal.
2. Gangguan kesuburan pada wanita yang antara lain berupa ovulasi dan sistem hormonal tidak normal, organ reproduksi tidak normal, dan kelainan pada sel telur.
3. Masalah kesehatan yang khas pada perempuan seperti ada endometriosis, gangguan imunitas pada perempuan yang menyebabkan istri alergi terhadap sperma suami, dan terkena infeksi TORCH
(Toxoplasma gondii, Rubella, Cyto Megalo Virus, dan Herpes Simplex Virus) atau virus lain.
4. Kesalahan dalam melakukan hubungan intim yang menyebabkan sperma tidak bisa mencapai sel telur, kendati istri dan suami sama-sama subur.

Dengan semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran, berbagai masalah infertilitas dapat ditangani. Mulai dengan metode terapi hormonal, inseminasi buatan, hingga metode bayi tabung. Untuk berkonsultasi ke tempat ini pasutri sangat dianjurkan datang bersama-sama agar bisa ditelusuri di mana letak permasalahan yang menyebabkan mereka sulit memiliki anak, sehingga dapat dipilihkan metode yang tepat dan terbaik untuk mereka.

Agar Cepat Punya Anak

Beberapa hal yang perlu diperhatikan bila ingin cepat memperoleh keturunan, yakni:
  • Usia
Usia yang ideal bagi seorang wanita untuk memiliki anak adalah di bawah 35 tahun. Ini terkait dengan masa produktif organ reproduksi perempuan yang relatif lebih pendek dari laki-laki.
Perempuan mencapai masa subur pada usia 20-30 tahun. Setelah itu mulai terjadi penurunan. Di atas usia 35 tahun cadangan sel telur di ovarium (indung telur) mulai berkurang dan kualitasnya juga menurun. Jadi peluang untuk mendapatkan momonganpun mengecil seiring dengan bertambahnya usia. Semakin dekat dengan usia fase menopause (biasanya terjadi pada usia 45-55 tahun) semakin tipis peluang untuk bisa hamil.
  • Masa Subur
Perempuan perlu mengetahui kapan masa suburnya dan seorang suami perlu pula mengenali masa subur istrinya. Karena hanya hubungan intim yang dilakukan di masa subur inilah yang berpotensi membuahkan kehamilan.
Masa subur adalah waktu dimana ovarium mengeluarkan sel telur yang siap untuk dibuahi. Tanpa ada sel telur, maka tidak akan terjadi pembuahan apalagi kehamilan. Masa subur berkait erat dengan siklus haid. Normalnya siklus haid terjadi antara 21 hingga 36 hari. Masa subur dihitung 14 hari sebelum haid yang akan datang, ditambah plus minus 3 hari. Misal, diperkirakan haid akan datang tanggal 28 November.
Berarti, 14 hari sebelumnya adalah tanggal 14 November. Maka, masa subur diperkirakan terjadi pada tanggal 11 – 17 November.
  • Olahraga
Olahraga berdampak positif bagi terwujudnya kehamilan. Dengan berolahraga aliran darah ke semua organ tubuh, termasuk rahim, menjadi lancar. Ini membantu menyehatkan sistem reproduksi sehingga mempertinggi peluang terjadinya kehamilan. Selain itu olahraga juga dapat meredakan ketegangan, dan menghilangkan stres, dua hal yang secara tidak langsung bisa menghambat terjadinya kehamilan.
  • Nutrisi
Pola makan bisa mempengaruhi kesuburan. Untuk meningkatkan kesuburan, baik suami maupun istri perlu memperbaiki pola makan sehari-hari. Pastikan semua unsur gizi yang diperlukan tubuh, seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral terpenuhi dengan baik. Memperkaya keragaman bahan makanan, terutama yang kaya gizi penyubur seperti vitamin E, vitamin C, betakaroten, zat bezi, zinc, dan selenium, akan memperbaiki sistem reproduksi.
Sebenarnya banyak sekali unsur gizi yang berperan membentuk kesuburan, namun yang paling populer sebagai zat penyubur adalah Vitamin E. Karena Vitamin E merupakan salah satu antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas penyebab kerusakan pada jaringan tubuh. Pada jaringan reproduksi, vitamin E dapat melindungi membran sperma dari kerusakan akibat oksidasi sehingga kesehatan sperma terjaga dengan baik. Sperma yang rusak merupakan salah satu penyebab ketidaksuburan. Selain itu vitamin E juga mendukung produksi enzim dan hormon-hormon kunci yang bertanggungjawab pada pembentukan sperma. Bila asupan vitamin E kurang, maka produksi sperma bisa berkurang. Jumlah sperma yang minim bisa menyebabkan infertilitas. Vitamin E juga memiliki dampak positif yang sama pada tingkat kesuburan wanita, seperti meningkatkan kualitas sel telur dan mencegah keguguran. Sumber vitamin E: tauge, kacang merah, kacang kedelai, brokoli, dan bayam.
  • Perilaku Tidak Sehat
Bila ingin segera memiliki keturunan tinggalkan semua perilaku yang berdampak buruk bagi kesehatan seperti berhenti merokok, jauhi alkohol, hindari stres, banyak istirahat, dan jaga kebersihan diri serta lingkungan tempat tinggal maupun tempat kerja agar tidak sampai terinfeksi penyakit. Satu lagi yang tidak kalah penting, kurangi mengonsumsi junk food serta ganti menu harian dengan makanan makanan yang sehat dan bergizi tinggi.

Suplemen Penambah Kesuburan :

Vitaline Softgel : mengandung vitamin E dan betakarotene yang bermanfaat meningkatkan kualitas sperma dan sel telur, serta menyaehatkan sistem hormonal.
Zinc Capsules : mengandung mineral zinc (seng) yang selain berkhasiat meningkatkan jumlah dan kualitas sperma juga memperlincah gerakan sperma ketika membuahi sel telur.
Kalsium : membantu sperma menebus sel telur, ujung dari sperma harus cukup kalsium agar dapat menembus sel telur.

Baca Juga :
Cara Menghitung Masa Subur Wanita

No comments:

Post a Comment